Konteks pasar · data tahunan 2024–2025

Pertumbuhan pariwisata dalam angka.

Grafik kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia: 2024 sebanyak 13,89 juta dan 2025 sebanyak 15,39 juta kunjungan. Pertumbuhan resmi 2025 terhadap 2024 sebesar 10,80 persen.
Jumlah kunjungan wisman, Januari–Desember setiap tahun. Satuan: juta kunjungan; bukan jumlah wisatawan unik. Angka dibulatkan sesuai publikasi sumber.
2024 · Januari–Desember13,89 jutaKunjungan wisatawan mancanegara
2025 · Januari–Desember15,39 jutaKunjungan wisatawan mancanegara
Pertumbuhan tahunan 2025+10,80%Dibandingkan tahun penuh 2024

Kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia meningkat pada 2025. Perbandingan dua tahun penuh ini menunjukkan pertumbuhan aktivitas perjalanan internasional yang menjadi bagian dari pasar hospitality Indonesia.

Apa artinya bagi hospitality? Menurut interpretasi SITU.id, pertumbuhan kunjungan memperluas kesempatan bagi properti lokal untuk menjangkau calon tamu. Portal yang menyajikan informasi destinasi, karakter properti, dan pilihan menginap secara jelas dapat membantu menghubungkan permintaan tersebut dengan pelaku usaha di daerah.

Angka ini menggambarkan pasar pariwisata nasional, bukan kinerja atau proyeksi pendapatan SITU.id. Tingkat pertumbuhan mengikuti angka resmi sumber, bukan perhitungan ulang dari nilai juta yang telah dibulatkan.

Sumber angka: Kementerian Pariwisata RI · Tabel 3.8, realisasi kunjungan wisman 2024–2025 ↗ (merujuk BPS, rilis 2 Februari 2026).
Konfirmasi capaian 2025: Siaran pers Kemenpar, 4 Februari 2026 ↗. Ditelusuri 29 Oktober 2026.
Kontribusi ekonomi · devisa pariwisata 2015–2024

Pariwisata sebagai sumber devisa negara.

Grafik devisa pariwisata Indonesia 2015–2024, dalam miliar dolar AS: 2015 10,76; 2016 11,21; 2017 13,14; 2018 16,43; 2019 16,91; 2020 3,38; 2021 0,52; 2022 6,78; 2023 14,00; 2024 16,71. Angka 2024 sementara.
Infografik Kementerian Pariwisata, bersumber dari Bank Indonesia. Tahun 2024 ditandai sebagai angka sementara pada publikasi ini. Klik gambar untuk memperbesar.
Devisa pariwisata 2023US$14,00Miliar dolar AS
Devisa pariwisata 2024*US$16,71Miliar dolar AS · angka sementara
Selisih 2024 terhadap 2023+US$2,71Miliar dolar AS · hasil pengurangan

Belanja wisatawan mancanegara menjadi sumber penting devisa pariwisata Indonesia. Pengeluaran selama perjalanan—termasuk untuk akomodasi, makanan, dan layanan wisata—menghubungkan aktivitas pariwisata dengan penerimaan dari luar negeri.

Data Bank Indonesia yang diolah Kemenpar mencatat devisa pariwisata sebesar US$14,00 miliar pada 2023 dan US$16,71 miliar pada 2024*. Selisihnya mencapai US$2,71 miliar. Grafik juga memperlihatkan pemulihan dari US$0,52 miliar pada 2021, meskipun nilai 2024 masih di bawah US$16,91 miliar pada 2019.

Kaitannya dengan SITU.id: menurut interpretasi kami, informasi properti dan destinasi yang mudah ditemukan dapat membantu pelaku usaha menjangkau wisatawan mancanegara. Jangkauan tersebut membuka kesempatan agar belanja wisata ikut menggerakkan usaha dan layanan lokal.

*Status angka sementara mengikuti infografik dan tabel sumber 2015–2024. Nilai ini adalah devisa sektor pariwisata nasional, bukan pendapatan SITU.id maupun total cadangan devisa Indonesia.

Sumber grafik dan angka: Kemenpar · Jumlah Devisa Sektor Pariwisata Tahun 2015–2024 ↗, data Bank Indonesia diolah Biro Data dan Sistem Informasi Kemenpar.
Konteks belanja wisman: Laporan Kinerja Kementerian Pariwisata 2025, hlm. 59 ↗. Ditelusuri 29 Oktober 2026.
Untuk investor & mitra strategis

Bertumbuh bersama pariwisata Indonesia.

SITU.id membangun infrastruktur penemuan untuk hospitality lokal. Kami membuka ruang kolaborasi bagi investor dan mitra yang ingin ikut memperluas akses pasar, memperkuat pelaku usaha, dan menciptakan pertumbuhan pariwisata yang berkelanjutan.

Grafik alur pertumbuhan: inventori hospitality terhubung melalui penemuan digital dengan wisatawan dan mitra, mendukung visibilitas dan peluang usaha
Inventori → Distribusi → Ekosistem
Peluang yang kami lihat

Potensi besar, cerita kuat, dan pasar yang terus bergerak.

Indonesia memiliki ribuan properti hospitality dengan karakter yang unik, tetapi banyak di antaranya masih menghadapi keterbatasan jangkauan, visibilitas digital, dan akses menuju wisatawan yang relevan.

SITU.id hadir sebagai penghubung: menyatukan destinasi, data, konten, dan proses penemuan dalam pengalaman yang mudah digunakan. Pertumbuhan platform diarahkan untuk menghasilkan nilai bagi wisatawan sekaligus memperluas kesempatan bagi pelaku usaha lokal.

Ruang kolaborasi

Tiga lapisan pertumbuhan.

Pendekatan kami menggabungkan penguatan inventori hospitality, distribusi digital, dan kemitraan ekosistem untuk membangun nilai jangka panjang.

01 · INVENTORI

Memperluas pilihan stay

Menghadirkan lebih banyak hotel, vila, resor, homestay, retreat, dan long stay dari berbagai wilayah Indonesia.

02 · DISTRIBUSI

Meningkatkan visibilitas

Memanfaatkan konten, pencarian, dan pengalaman digital agar properti lokal lebih mudah ditemukan oleh audiens yang tepat.

03 · EKOSISTEM

Menciptakan nilai bersama

Membuka peluang sinergi dengan pemilik properti, operator, komunitas, kreator, teknologi, serta mitra industri lainnya.

Grafik jaringan SITU.id yang menghubungkan wisatawan, properti lokal, komunitas, kreator, dan mitra teknologi untuk mendukung peluang usaha dan ekonomi destinasi
Dampak yang berkelanjutan

Investasi pada jaringan, bukan sekadar daftar properti.

SITU.id dirancang untuk memperkuat hubungan antara permintaan perjalanan dan penawaran hospitality lokal. Semakin baik properti ditemukan, semakin besar peluang terciptanya transaksi, lapangan kerja, dan perputaran ekonomi di destinasi.

Kolaborasi strategis membantu kami mempercepat pengembangan produk, memperluas cakupan wilayah, dan menjaga kualitas pengalaman bagi seluruh pihak dalam ekosistem.

Mari membuka peluang berikutnya.

Kenali platform, jelajahi ekosistem SITU.id, dan temukan bentuk kolaborasi yang dapat bertumbuh bersama pariwisata Indonesia.

Kenali SITU.id